h1

Hadiah Istimewa…

Juni 24, 2009

Beberapa hari lalu sy merequest sebuah ebook dari kang Dadang di www.dadangkadarusman.com yang berjudul “Belajar Sukses Kepada Alam” … sebuah ebook yang benar2 istimewa buat sy😀

Thanks a lot pak Dadang atas karya nya yg indah itu, sy juga telah men-forward e-book itu ke beberapa temen2 dan kali ini juga sy share di blog ini,.. moga dpt izin dr pak Dadang  :D

Jika ada yang berminat silahkan di unduh di  sini :

 http://www.4shared.com/file/113789284/a29100dc/BSKA-Dadang_Kadarusman-V-1-0-2.html

 


h1

Nur Dari Timur

Oktober 21, 2008

Hai… cobalah renungkan artikel indah dari seorang Gede Prama berikut,… benar2 indah,

 

Oleh: Gede Prama
Kompas, Sabtu, 18 Oktober 2008

Ia yang pernah hidup di Barat tahu kalau berbicara itu amat penting.
Dibandingkan kehidupan di Timur, lebih banyak hal di Barat yang
diekspresikan dengan kata-kata.

Fight, argue, dan complain, itulah ciri-ciri manusia yang disebut
“hidup” di Barat. Tanpa perlawanan, tanpa adu argumentasi, orang
dianggap “tidak hidup” di Barat. Intinya, melawan itu kuat, diam itu
lemah, melawan itu cerdas, dan pasrah itu tolol.
Baca entri selengkapnya »

h1

Bahagia vs Derita

Oktober 3, 2008

   

ManyunBenarkah kebahagiaan itu nyata? Demikian pula dengan penderitaan, apakah kedua hal ini benar2 nyata hadir di dalam diri kita? Buku karya Mingyur Rinpoche memang belum usai saya baca… tapi pagi ini sebuah email dari milis yg saya ikuti, mengirimkan sebuah hasil perbincangan Mingyur Rinpoche di KL. Sedikit banyak email itu memberikan pemahaman baru bagi diri saya… walau topik ini bukanlah barang baru, tapi tetap saja sulit bagi kita untuk memahaminya secara nyata dalam diri. Saudara saya tadi malam mengirimkan sebuah sms pada saya, bahwa setelah lebaran ini, ia tak lagi bekerja karna perusahaan tempat ia bekerja telah kolaps, sejumlah karyawan termasuk dirinya telah di PHK. Tiga huruf yang membuat semalaman saya tidak bisa tidur… :S , sungguh sangat tragis, istri dari saudara saya 2 bulan lalu baru saja di ‘vonis’ mengandung. Namun kini saudara saya harus segera bergelut dg waktu untuk memperoleh pekerjaan baru…

 

Tidak ada yang pasti… hanya itulah kenyataan yang ada di depan mata saat ini, setiap saat, setiap moment.. hidup cepat atau lambat akan berubah. Pekerjaan, rezeki dan semuanya akan segera berubah.. namun siapkah kita menerimanya…????!!!

Email yg saya terima pagi ini telah ‘menendang’ diri saya untuk segera terjaga… kebahagiaan dan penderitaan hanya ada dalam pikiran kita… sedapat mana kita mengendalikannya..?? inilah yang ingin saya share… Baca entri selengkapnya »

h1

Belajar untuk merasa “CUKUP”

Agustus 26, 2008

Pagi ini, saat sedang sarapan, seorang sahabat curhat kepada saya tentang saudaranya yg memiliki begitu banyak hutang. Dia selalu saja mengatakan saudaranya itu bukanlah orang yang tahu bersyukur dengan apa yang telah dimiliki… tidak pernah merasa cukup dan puas dengan penghasilannya hingga akhirnya terus berhutang guna sesuatu hal yang tidak jelas.

Setibanya di kantor, lha kok kebetulan sebuah email dari milis juga membahas tentang rasa “CUKUP” dalam hidup. yah.. apa boleh buat mungkin juga saatnya saya berbagi rasa “CUKUP” dengan turut menyebarluaskan artikel pendek dari milis itu lewat blog ini… berikut ini kutipan dari artikel itu;

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata “cukup”. Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana.
Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata “cukup”. Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya.. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup?

Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri. Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya. “Cukup” jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan.. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Belajarlah untuk berkata “Cukup”

h1

Menumbuhkan Cinta Kasih

Februari 13, 2008

Be Happy

oleh K. Sri Dhammananda

Kata kasih bisa mempunyai arti yang berbeda untuk orang yang berbeda. Kasih, menurut Sang Buddha, tidak berarti kemelekatan pada seseorang atau suatu objek. Kasih seharusnya merupakan belas kasih tanpa batas dalam pengorbanan diri, yang bebas menghinggapi semua makhluk. Dalam Sutta Metta, Sang Buddha berkata:

Janganlah memperdaya orang lain,
Atau menghina siapa pun di mana pun.
Dalam kemarahan atau kebencian,
Janganlah ia berniat melukai orang lain.

Seperti seorang ibu yang melindungi anak tunggalnya,
Sekalipun mengorbankan hidupnya,
Seperti itu juga, biarlah ia menumbuhkan kasih
Yang tak terbatas terhadap semua makhluk.

Kasih adalah lahan di mana orang-orang yang dicintai tumbuh. Kasih memperkaya orang lain tanpa membatasi ataupun menghalangi sang pemberi kasih. Kasih mengangkat kemanusiaan. Kasih tak memungut bayaran apa pun. Kasih tidak memilih. Ada orang berpikir bahwa kasih adalah sesuatu untuk diterima, tetapi pada dasarnya kasih adalah proses memberi.

h1

Negeri 1001 Tanya : Bersyukur

Januari 20, 2008

Sore itu saya lihat rekan satu kos saya sedikit murung di beranda depan, tempat kami biasa bersantai. Tempat itu memang tempat kami mencurahkan segala mimpi2 kami, mulai dari masalah kerjaan, masa depan, peluang2 usaha hingga masalah yang tak jauh dari dunia pria lajang seperti kami, yakni wanita 🙂 .

Tapi sore ini memang berbeda, sudah sekian menit lamanya saya dan seorang rekan lainnya berusaha memancing “keributan” agar ia turut nimbrung dengan obrolan kami. Walhasil tetap saja tak mampu membuat pikiran2 kreatifnya mencuat agar obrolan sore itu menjadi seperti sore-sore yang sebelumnya, sore penuh canda dan tawa. Dengan rasa penasaran yang besar, akhirnya saya beranikan diri untuk bertanya pada dirinya. Ada gerangan apa yang membuat ia sore itu begitu sepi. Baca entri selengkapnya »

h1

Sepotong Kue

Januari 4, 2008

Pertama kali menerima file PowerPoint ini bertepatan sekali dengan berbagai masalah yang sedang mendera saya. Mulai dari masalah pekerjaan hingga masalah-masalah di kegiatan sosial yang saya ikuti. Kadang sempat terpikir, memang kehidupan saya sering kali dihampiri situasi yang “pas-pas”-an. Pas kantong lagi kosong lha kok ada yang ngasi “job” sampingan buat ngisi perut ini, pas dirundung berbagai masalah ya pas juga nerima email yang isinya pesan-pesan yang begitu menggugah hati hingga dapat bangkit lagi dari keterpurukkan. Nah, sebagai rasa terimakasih kepada orang-orang yang secara tidak sengaja ataupun sengaja mengirim sebuah email yang isinya begitu sarat makna itu, kali ini saya akan menyampaikan isi dari email itu dengan cara saya sendiri. Baca entri selengkapnya »