Sore itu saya lihat rekan satu kos saya sedikit murung di beranda depan, tempat kami biasa bersantai. Tempat itu memang tempat kami mencurahkan segala mimpi2 kami, mulai dari masalah kerjaan, masa depan, peluang2 usaha hingga masalah yang tak jauh dari dunia pria lajang seperti kami, yakni wanita
.
Tapi sore ini memang berbeda, sudah sekian menit lamanya saya dan seorang rekan lainnya berusaha memancing “keributan” agar ia turut nimbrung dengan obrolan kami. Walhasil tetap saja tak mampu membuat pikiran2 kreatifnya mencuat agar obrolan sore itu menjadi seperti sore-sore yang sebelumnya, sore penuh canda dan tawa. Dengan rasa penasaran yang besar, akhirnya saya beranikan diri untuk bertanya pada dirinya. Ada gerangan apa yang membuat ia sore itu begitu sepi. Read the rest of this entry ?








