h1

Melenyapkan Kebencian

Oktober 29, 2007

Y.A.Sariputta berkata, “Ada lima cara untuk melenyapkan kebencian yang muncul. Apakah kelima cara itu?

Ambillah contoh seseorang yang perbuatannya tercela tetapi ucapannya tidak. Andaikanlah seorang bhikkhu yang mengenakan jubah terbuat dari kain kasar melihat selembar kain kasar tergeletak di jalan, ia akan membentangkan lembaran kain tersebut dengan kedua kakinya dan mencoba untuk memanfaatkan kain tersebut sebaik-baiknya, baru kemudian melanjutkan perjalanannya. Demikian pula, terhadap seseorang yang perbuatannya tercela tapi ucapannya tidak, jangan hiraukan perbuatannya. Sebagai gantinya, ingatlah ucapannya yang tidak tercela.

Dan terhadap seseorang yang ucapannya tercela tetapi perbuatannya tidak, bagaimana kebencian itu disingkirkan? Andaikanlah seseorang, yang tersiksa karena kepanasan, oleh panas yang berlebihan, lelah dan haus, mendapati sebuah kolam yang dipenuhi tumbuhan air, lumut dan lumpur. Ia akan memasukkan kedua tangannya ke dalam air, menyibakkan tumbuhan air yang ada, mengambil air dengan kedua telapak tangannya, minum dan kemudian merasa segar. Demikian pula, terhadap seseorang yang ucapannya tercela tetapi perbuatannya tidak, janganlah hiraukan ucapannya. Sebagai gantinya, pikirkanlah perbuatannya yang tidak tercela.

Dan bagaimana terhadap seseorang yang tercela baik ucapan maupun perbuatannya, tetapi batinnya tenang dan bersih sepanjang waktu? Andaikanlah seseorang, yang tersiksa karena kepanasan, oleh panas yang berlebihan, lelah dan haus, mendapati genangan air pada jejak kaki kerbau di tanah. Ia mungkin berpikir pada dirinya sendiri, ‘Ada genangan air pada jejak kaki kerbau di tanah ini, tetapi jika aku minum dengan menggunakan kedua telapak tanganku ataupun sebuah cangkir, lumpurnya akan teraduk dan air itu menjadi tidak mungkin diminum. Bagaimana jika aku merangkak, menundukkan kepala dan minum seperti seekor kerbau?’ Maka ia pun melakukan hal itu. Demikian pula, terhadap seseorang yang tercela baik ucapan maupun perbuatannya tetapi batinnya tenang dan bersih sepanjang waktu, jangan hiraukan ucapan dan perbuatannya. Ingatlah hanya kebersihan dan ketenangan batinnya.

Dan bagaimana terhadap seseorang yang tercela baik ucapan maupun perbuatannya dan tidak memiliki batin yang tenang dan bersih? Andaikanlah seseorang yang sedang sakit dan sangat menderita berjalan di sepanjang jalan yang jauh dari desa baik di depan maupun di belakangnya, tanpa persediaan bahan makanan, obat-obatan atau pertolongan, ataupun petunjuk untuk menuju ke desa terdekat. Jika ada orang lain yang melihatnya, orang lain itu akan merasa iba dan berkata pada dirinya sendiri, ‘Orang yang malang ini harus mendapat pertolongan atau ia akan mendapat celaka.’ Demikian pula, seseorang yang tercela baik ucapan maupun perbuatannya dan tidak mempunyai batin yang bersih dan tenang, adalah patut dikasihani, diberi rasa simpati, dan engkau seharusnya berpikir, `Orang yang malang ini seharusnya menghentikan keburukan dan mengembangkan kebajikan, atau setelah meninggal, ia akan bertumimbal lahir di alam yang menderita.’

Dan terhadap seseorang yang ucapan dan perbuatannya tidak tercela serta memiliki batin yang bersih dan tenang, bagaimana kebencian seharusnya disingkirkan? Andaikanlah seseorang yang menderita karena kepanasan, oleh panas yang berlebihan, lelah dan haus, mendapati sebuah kolam yang berisi air yang sejuk, jernih, dan terasa manis, dengan tempat beristirahat yang menyenangkan dan teduh di bawah naungan pohon-pohon. la akan terjun ke dalam kolam tersebut, mandi, minum, keluar dari kolam dan berbaring di bawah keteduhan pohon-pohon itu. Demikian pula, terhadap orang ini, pikirkanlah kebajikan dan batinnya yang tenang dan bersih.”

ANGUTTARA NIKAYA

2 komentar

  1. Sebuah tindakan yang baik untuk melenyapkan kebencian. Karena kadang justru kebencian yang mengontrol diri kita dan bukan sebaliknya :sad:
    Beberapa bulan lalu saya mengemukakan pemikiran Anthony De Mello tentang kebencian.

    Jika berkenan, bisa dibaca disni:
    http://manusia.wordpress.com/2007/09/17/de-mello-melepaskan-kebencian-mengasihi-musuh/

    -salam-


  2. [...] Melenyapkan Kebencian [...]



Tinggalkan sebuah Komentar