
3 Pengemudi Bus
Oktober 11, 2007by NN
Jika kita sebagai calon penumpang sebuah bus, manakah di antara ketiga
sopir berikut yang akan kita pilih ?
Sopir pertama selalu melihat spion kiri dan kanan serta kaca di tengah
untuk memperhatikan situasi di belakang. Dia tidak sadar di depannya
lampu lalu lintas sedang menyala merah, atau ada orang yang sedang
menyeberang, atau ada ‘polisi tidur’, dan lain-lain.
Sopir kedua selalu melihat jauh ke depan, ke arah yang dituju. Dia
tidak sadar ada mobil lain yang akan menyalipnya, lampu lalu lintas di
depannya sedang menyala merah, atau ada orang yang sedang menyeberang,
atau ada ‘polisi tidur’, dan lain-lain.
Sopir ketiga tahu persis tujuan yang ingin dicapai sehingga tahu arah
ke depan yang harus ditempuh. Juga berdasarkan pengalamannya, dia sadar
bahwa sesekali harus melihat spion kiri, kanan dan tengah untuk
mengantisipasi kondisi di belakangnya. Dan yang terpenting, sopir ini
memberikan perhatian sepenuhnya pada jalan di depan yang sedang
dilalui.
Hampir semua dari kita akan memilih sopir ketiga karena kita lebih
yakin bisa mencapai tujuan tanpa mengabaikan keselamatan sepanjang
perjalanan.
Kenyataannya banyak orang yang tanpa disadari berlaku sebagaimana
halnya sopir pertama dan kedua. Yang lebih memprihatinkan adalah
orang-orang yang sebenarnya sadar bahwa dirinya berlaku seperti sopir
pertama dan kedua tapi tidak pernah berupaya secara sungguh-sungguh
untuk melakukan transformasi dirinya menjadi sopir ketiga yang
sebenarnya memiliki ‘cara mengemudi’ yang jauh lebih aman dan pasti
dalam mencapai tujuan.
Sopir pertama adalah orang yang selalu terbenam pada masa lalunya, yang
baik maupun kurang baik, keberhasilan atau kegagalan, dan lain-lain. Dia
kurang memberikan perhatian pada saat sekarang dan tidak pula mencoba
untuk menentukan arah dan tujuan hidupnya. Jika bisa waktu akan diputar
olehnya kembali ke masa lalu.
Sopir kedua adalah orang yang penuh ambisi dan semangat untuk mencapai
banyak hal dalam hidupnya di masa mendatang. Dia kurang memberikan
perhatian pada saat sekarang dan sedikit sekali belajar dari pengalaman
masa lalunya untuk dipakai sebagai pengungkit bagi dirinya dalam
menghadapi kehidupannya sekarang dan di masa mendatang. Jika bisa waktu
akan diputar olehnya lebih cepat ke masa depan.
Sopir ketiga adalah orang yang memberikan perhatian terhadap kekinian,
terhadap saat sekarang dengan selalu berkonsentrasi pada apapun yang
sedang dihadapi.
Jika kita bisa menjadi sopir ketiga dan mampu mempraktekkan perhatian
penuh pada setiap saat, sedikit demi sedikit hasil yang kita raih dari
setiap aktivitas yang kita lakukan akan meningkat kualitasnya.
Pada akhirnya kita akan menjadi orang-orang yang lebih baik dan lebih
berkualitas, yang mampu bersaing dalam kompetisi hidup profesional
maupun sosial kemasyarakatan yang begitu ketat dewasa ini.
Bukan berarti kita dilarang mengingat masa lalu ataupun merencanakan
dan berpikir tentang masa depan. Akan tetapi kita secara sadar dan
tepat meletakkan diri, pikiran dan perhatian kita berkaitan dengan tiga
horizon waktu (masa lalu, saat sekarang, masa depan).
Gunakan masa lalu sebagai pengalaman dan pelajaran untuk menjadi lebih baik,
dan masa depan sebagai tuntunan, penunjuk jalan dan visi ke depan dalam hidup
kita. Yang paling utama adalah berikan totalitas kita terhadap masa sekarang,
maka masa depan pada akhirnya akan menjadi masa sekarang dan selanjutnya
bergerak menjadi masa lalu yang tidak akan pernah kita
sesali karena sudah diisi dengan sebaik-baiknya.



